Laman

Rabu, 11 Desember 2013

Strategi dan Metode Pembelajaran



Menurut J.J. Hasibuan dan Moedjiono (2000 : 37), mengajar merupakan kegiatan yang kompleks yakni penggunaan secara integratif sejumlah komponen yang terkandung dalam perbuatan guru itu untuk menyampaikan pesan pengajaran. Komponen-komponen dalam perbuatan mengajar antara lain adalah:
1.      Mengajar sebagai ilmu
2.      Mengajar sebagai teknologi
3.      Mengajar sebagai seni
4.      Mengajar sebagai keterampilan
Menurut Winarno Surachmad, metode mengajar dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok, yakni metode mengajar secara individual dan kelompok. Termasuk dalam metode mengajar secara individual antara lain meliputi metode ceramah, tanya jawab, diskusi, drill, demonstrasi (eksperimen), pemecahan masalah, bermain peran dan karya wisata. Sedangkan metode mengajar secara kelompok antara lain meliputi seminar, simposium, forum, dan panel.

A.    Metode Mengajar Secara Individu
1.      Metode Ceramah
Menurut Kadiyono Mertodiharjo (1980 : 1) yang dimaksud metode ceramah adalah suatu cara penyampaian informasi melalui penuturan dan penerangan lisan oleh guru kepada siswanya.
Dalam menggunakan mmetode ceramah perlu dilakukan variasi, misalnya dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan atau dilengkapi dengan metode yang lain serta menggunakan alat peraga.
a.       Penggunaan metode ceramah
Metode ceramah cocok untuk digunakan:
1.      Untuk menyampaikan fakta atau pendapat dimana tidak ada bahan bacaan yang menerangkan fakta tersebut
2.      Jumlah murid banyak
3.      Guru sebagai pembicara yang bersemangat untuk memotivasi siswa mengerjakan sesuatu pekerjaan
4.      Untuk menyimpulkan pokok-pokok penting yang dipelajari sehingga memungkinkan siswa melihat lebih jelas hubungan antara materi satu dengan lainnya
5.      Untuk menyampaikan hal-hal atau pokok-pokok bahasan yang baru.
b.      Cara meningkatkan hasil dalam menggunakan metode ceramah
1.      Bahan pelajaran telah disiapkan secara tertulis atau tercetak, sehinggan siswa dapat mempelajari lebih dulu
2.      Siswa disuruh menerangkan konsep dan pokok-pokok isi materi kepada kawan lainnya dengan menggunakan bahasa sendiri.
3.      Bahan pelajaran dibagi-bagi menjadi bagian-bagian yang kecil
4.      Siswa disuruh menemukan pokok-pokok isi, permasalahan dan cara pemecahannya.
c.       Kelemahan dan kelebian
Kelebihan :
-          Tepat untuk membangkitkan semangat, hasrat, minat dan antusiasme
-          Tepat untuk menyajikan informasi atau materi baru
-          Tempat untuk menransfer dan mengkaji ide sejelas-jelasnya
Kelemahan :
-          Interaksi cenderung bersifat gurus sentris, sehingga siswa pasif
-          Siswa dipaksa mengikuti jalan pikiran guru
-          Terjadi verbalisme
2.      Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab dimaksudkan untuk menanyakan sejauh mana siswa telah mengetahui materi yang telah diberikan serta mengetahui tingkat-tingkat proses pemikiran siswa.
Pertanyaan yang baikakan bermanfaat dan menguntungkan bagi siswa karena :
a.       Meningkatkan minat dan rasa ingin tahu
b.      Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar
c.       Mendorong untuk terjadinya belajar siswa secara aktif
d.      Memusatkan perhatian siswa terhadap masalah yang sedang dibahas
Pada umumnya metode tanya jawab digunakan apabila guru bermaksud :
a.       Meninjau atau mengetahui pemahaman terhadap bahan yang telah diajarkan
b.      Mengarahkan atau memusatkan perhatian siswa
c.       Mendorong semua siswa untuk dapat mengambil kesimpulan yang tepat
d.      Melatih daya pikir siswa untuk dapat mengambil kesimpulan yang tepat
3.      Metode Diskusi
Metode diskusi merupakan cara penyampaian bahan pelajaran dimana guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengadakan perbincangan ilmiah, mengemukakan pendapat, dan menyusun kesimpulan atau menemukan berbagai alternatif pemecahan masalah.
Agar diskusi berjalan tertib diperlukan pemimpin diskusi yang tugasnya :
a.       Sebagai pengatur lalulintas : menunjukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa, menjaga agar perbincangan tidak dikuasai oleh seseorang, mengatur agar peserta diskusi tidak berbicara secara bersama-sama.
b.      Sebagai dinding penangkis : menerima pertanyaan dan mendistribusikan kepada peserta diskusi, membangkitkan peserta untuk berani menjawab, meminta pendapat peserta untuk menilai jawaban peserta lain, memberikan jawaban pancingan apabila diskusi mengalami kemacetan
c.       Sebagai petunjuk jalan : menunjukan pokok permasalahan sehingga pertanyaan tidak menyimpang, mengidentifikasi hasil-hasil yang telah dicapai, menunjukan langkah-langkah untuk pemecahan masalah, Menunjukan bahwa telah sampai pada saat menyimpulkan.
4.      Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi sebagai metode mengajar adalah cara mengajar dimana guru atau orang luar memperlihatkan kepada seluruh siswa suatu benda asli, benda tiruan atau suatu proses. Metode ini sering digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana cara membuat, bagaimana cara mengaturnya, bagaimana proses bekerjanya, bagaimana proses terjadinya, mana yang terbaik dan bahan-bahan apa yang digunakan untuk menghasilkan sesuatu?
5.      Metode pemberian tugas atau resitasi
Metode pemberian tugas belajar dan resitasi biasa disebut metode resitasi, merupakan metode mengajar dimana guru memberikan tugas kepada siswa, kemudian siswa harus mempertanggungjawabkan atau melaporkan hasil tugas tersebut.
Manfaatnya adalah : untuk memperdalam pelajaran yang telah diberikan, melatih siswa untuk belajar mandiri, melatih siswa untuk dapat membagi waktu, sebagai sarana untuk mengisi waktu luang.
6.      Metode Simulasi
Metode simulasi sebagai metode mengajar merupakan kegiatan untuk menirukan atau memperagakan perbuatan. Penuruan dan peragaan kegiatan tersebut hanyalah kegiatan berpura-pura, namun demikian kegiatan ini dapat memperjelas materi pelajaran yang bersangkutan. Bentuk simulasi dapat berupa role playing, sosiodrama, atau permainan
7.      Metode drill (Latihan)
Metode drill sebagai metode mengajar merupakan cara mengajar dengan memberikan latihan secara berulang-ulang terhadap apa yang telah diajarkan sehingga diperoleh pengetahuan dan keterampilan tertentu.
8.      Metode Karyawisata
Metode karyawisata merupakan cara yang dilakukan guru mengajak sisawa ke objek tertentu untuk memperlajari sesuatu yang berkaitan dengan pelajaran di sekolah. Dalam pelaksanaan karyawisata guru berfungsi sebgai pembimbing sekaligus sebagai pengawas agar pelaksanaan karyawisata dapat berjalan tertib dan terarah. Pada akhir kegiatan, para siswa diminta membuat laporan hasil karyawisata.
9.      Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)
Metode pemecahan masalah sebagai metode mengajar merupakan metode pengajaran yang digunakan guru untuk mendorong siswa mencari dan menemukan serta memecahkan persoalan-persoalan. Dalam menghadapi masalah, cara pemecahanya dilakukan dengan cara ilmiah, artinya mengikuti kaidah keilmuan, seperti yang dilakukan peneliti ilmiah.

B.     Metode Mengajar Secara Kelompok
Metode mengajar secara kelompok, merupakan metode mengajar yang digunakan untuk kelompok yang jumlahnya besar, dimana sekelompok besar itu dipandang sebagai massa dan mempunyai ciri-ciri yang dimiliki oleh massa.
1.      Seminar
2.      Simposium
3.      Forum
4.      Panel

C.     Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
Pendekatan ini bukan merupakan metode mengajar melainkan merupakan pendekatan dalam strategi belajar mengajar. Menurut Kosasih Jahiri (1980 : 15) yang dimaksud CBSA adalah suatu proses interaksi aktif seluruh bpotensi manusiawi siswa (emosi,perasaan, pikiran, nilai dan moral) secara fusngsional dalam menginternalisasi dan memperosialisasikan suatu tujuan pelajaran yang diinginkan. Ciri dalam pendekatan CBSA :
1.      Adanya situasi kelas yang merangsang siswa untuk dapat melakukan kegiatan secara bebas namun tetap terkendali
2.      Guru tidak didominasi jalannya pembelajaran, tetapi lebih banyak memberikan dorongan berpikir pada siswa untuk memecahkan masalah.
3.      Guru mampu mengusahakan sumber belajar yang diperlukan,
4.      Kegiatan belajar siswa bervariasi, misalanya diskusi, tanya jawab, mengerjakan tugas, kegitan belajar secara individual atau kelompok
5.      Hubungan guru dan siswa tdak menakutkan
6.      Guru senantiasa menghargai pendapat siswa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar